Aku cemburu
Terkadang, sungguh mengherankan kita ini
Kita lahir ke dunia tanpa membawa secuil harta benda
Bahkan sekedar penutup aurat yang diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya pun tak melekat di badan
Lalu, karena cintaNya kepada kita, Allah memberikan nikmat yang begitu besar berupa kasih sayang dari orang tua yang mungkin tak kan tertandingi dengan cinta yang lain di dunia
Karena kasih sayang dari orang tua, kebutuhan dasar terpenuhi. Dan taukah kita bahwasannya kebutuhan terpenting bagi anak-anak lebih murah daripada video games dan lebih sehat daripada es krim! Ya, cinta dan kasih sayang itulah sejatinya kebutuhan pokok yang sangat penting bagi mereka
Masih tidak percaya?
“Bukankah anak anak sangat suka bermain? Lalu bagaimana bisa ketika semua keperluan yang amat digandrungi anak anak sudah terpenuhi, lalu mereka merasa tak bahagia?”
Saya sudah memenuhi kamar anak-anak dengan aneka mainan yang menggembirakan, dan mereka terlihat senang dengan mainannya itu. Selain mainan, makanan yang mereka butuhkan sudah lebih dari cukup.”
Kata salah satu orang tua dalam diskusi kmaren
Belum cukup sampai di situ pemenuhan kebutuhan bagi anak anak, karena mereka cenderung lebih suka diperhatikan, didengarkan, diberikan sentuhan sentuhan, dipeluk, didekap dengan mesra dan sesekali didudukkan dipangkuan kita sembari kita bacakan dongeng ataupun kisah kisah yang heroik
Lalu apa kaitannya dengan judul di atas? Kok tidak nyambung?
Sabar ya, karena kita belum masuk dalam point inti yang sebenarnya
Ketika kita sibuk dengan segudang aktivitas baik di dalam maupun di luar rumah, secara tidak kita sadari anak-anak memperhatikan dan merenspon dengan mencari cari alasan yang bisa menarik perhatian kita sebagai orang tuanya.
Maka, jangan ada kata kata bahwa
“Anak saya nakal, anak saya suka buat gaduh, anak saya tidak bisa diam, dan anak saya-anak saya yang lain yang bermakna negatif”
Karena
Mereka hanya butuh
Perhatian
Ya, perhatian kita lebih mereka inginkan daripada mereka dapati kita lebih tertarik dengan pekerjaan pekerjaan yang kadang menguras waktu
Bahkan yang lebih ekstrim, terkadang anak-anak melakukan apapun asal mereka diperhatikan, meski terlihat konyol dan lebih sering memancing emosi kita naik ke ubun ubun
Mereka Cemburu
Cemburu pada pekerjaan kita, cemburu pada waktu kita dan cemburu-cemburu yang lain yang mengalahkan mereka dari perhatian kita
Maka, saatnya kita
Menampakkan senyum terindah pada mereka
Memanggil mereka dengan ungkapan sayang yang tulus
Memeluk mereka dan berkata “aku sayang kamu anak hebat”
Dan
Lebih dari itu, sedini mungkin libatkan mereka dalam pekerjaan-pekerjaan kita
Dalam gendongan, jelaskan pada mereka bahwa saat sedang membersihkan rumah dengan alat penghisap debu, bahwa suara berisik yang terdengar disebabkan oleh motor yang ada di dalam alat tersebut, yang menggunakan tenaga listrik sehingga motor itu berputar sangat cepat, sehingga udara yang keluar akibat putaran motor itu membuat suara berisik, dan seterusnya
Atau
Ketika kita sedang membersihkan lantai, sambil menggendongnya kita jelaskan bahwa kebersihan itu pangkal kesehatan, jika kita rajin membersihkan rumah, debu debu yang membawa kuman penyakit tidak akan lama menginap di rumah kita.
Atau
Ketika hujan begitu lebatnya, sambil menggendongnya kita menceritakan bahwa hujan yang turun dari langit tersebut awalnya adalah dari penguapan air laut yang mengumpul menjadi awan di langit, dengan hembusan angin yang kencang, maka terjadilah gesekan-gesekan yang menimbulkan percikan listrik yang terlihat sebagai kilat, dan awan awan tersebut terus saja bergerak hingga menendang gunung yang kokoh, maka jadilah butiran butiran hujan yang menyuburkan bumi. Dan alangkan lebih bersyukurnya kita bahwa hujan selebat apa pun bentuknya masih berupa tetesan tetesan air yang tidak menyakitkan ketika kita berjalan di bawahnya. Coba bayangkan jika hujan yang lebat tersebut seperti guyuran seember air. Tentu akan sangat membuat kita tidak aman
Tentunya kalimat kalimatnya bisa kita racik sendiri sesuai dengan tingkat pemahaman anak, biarkan saja anak kita tidak merenspon dengan kata kata, setidaknya tatapan mata dan antusiasnya mendengarkan penjelasan kita tersebut sudah merupakan respons awal yang baik.
So,
Mari kita bercermin, sudahkah kita membahagiakan dan mendidik anak anak kita dengan benar?
Dan hilangkan rasa cemburu anak anak kita
Karena, api cemburu itu membakar